What a mother can't do ?
Dulu banget (kira-kira 18 thn yg lalu), ada salah satu film serial yg sangat gue sukai di TVRI. Judulnya the Friday 13th, film horror yang sangat mencekam. Diantara sekian episode yang gue tonton, ada salah satu epidose dengan judul di atas... what a mother can't do? Dan gue sangat ingat dengan episode tersebut, karena akhirnya cukup tragis. Dimana seorang ibu mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan nyawa bayi nya yang akan menjadi korban kutukan benda terkutuk. Dan sang ibu, yang mempunyai cinta tanpa batas dan tanpa pamrih untuk anaknya, tanpa ragu mengorbankan kehidupannya sendiri untuk kehidupan sang anak.
Pesannya sih jelas.... seorang ibu akan mengorbankan apa saja demi anaknya. Itu sudah merupakan naluri dasar makhluk hidup mamalia seperti manusia, singa, harimau, gajah, kuda....
Sengaja gue tulis segala macam hewan menyusui, karena memang gue percaya bahwa hanya mamalia saja yg mempunyai kedekatan khusus dengan anak-anak yang disusuinya.
Bagaimana dengan si anak? Apakah bisa merasakan cinta tanpa batas sang ibu?
Tadi sore gue nonton salah satu acara liputan selebritis di TV. Seorang ibu dari salah satu artis terkenal, menangis histeris karena sang anak yg sudah ngetop, katanya, mengangkat orang lain sebagai orang tuanya dan tidak mengakui sang ibu sebagai ibu kandungnya. Yang buat gue terenyuh, sang ibu dengan histeris mengakui kalau dia dulu menjadi pelacur untuk menafkahi sang anak, sebelum akhirnya ada orang yang mengangkatnya dari lubang hitam pelacuran.
Mungkin sang artis yang sudah top, kaya dan punya segalanya saat ini, merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekas pelacur. Mungkin, sang artis yang sudah nyaman dengan rumah mewahnya di Pondok Indah, merasa tidak sepadan dengan sang ibu yang tidak pernah diakuinya lebih dari 20 tahun... hingga saat ini...
Apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang ibu, untuk membesarkan anaknya? Bahkan profesi paling hina seperti pelacur pun, dijalani dengan penuh derita demi sang anak.
Kadang-kadang, dalam situasi tertentu, anak-anak bisa menjadi musuh terbesar orang tuanya. Baik disengaja maupun tidak, anak-anak bisa jadi menyakiti hati orang tua, khususnya ibu, tanpa menyadari derita yang tersimpan dalam hati seorang ibu.
Hari Ibu baru saja berlalu....
Pesannya sih jelas.... seorang ibu akan mengorbankan apa saja demi anaknya. Itu sudah merupakan naluri dasar makhluk hidup mamalia seperti manusia, singa, harimau, gajah, kuda....
Sengaja gue tulis segala macam hewan menyusui, karena memang gue percaya bahwa hanya mamalia saja yg mempunyai kedekatan khusus dengan anak-anak yang disusuinya.
Bagaimana dengan si anak? Apakah bisa merasakan cinta tanpa batas sang ibu?
Tadi sore gue nonton salah satu acara liputan selebritis di TV. Seorang ibu dari salah satu artis terkenal, menangis histeris karena sang anak yg sudah ngetop, katanya, mengangkat orang lain sebagai orang tuanya dan tidak mengakui sang ibu sebagai ibu kandungnya. Yang buat gue terenyuh, sang ibu dengan histeris mengakui kalau dia dulu menjadi pelacur untuk menafkahi sang anak, sebelum akhirnya ada orang yang mengangkatnya dari lubang hitam pelacuran.
Mungkin sang artis yang sudah top, kaya dan punya segalanya saat ini, merasa malu mempunyai seorang ibu yang bekas pelacur. Mungkin, sang artis yang sudah nyaman dengan rumah mewahnya di Pondok Indah, merasa tidak sepadan dengan sang ibu yang tidak pernah diakuinya lebih dari 20 tahun... hingga saat ini...
Apa yang tidak bisa dilakukan oleh seorang ibu, untuk membesarkan anaknya? Bahkan profesi paling hina seperti pelacur pun, dijalani dengan penuh derita demi sang anak.
Kadang-kadang, dalam situasi tertentu, anak-anak bisa menjadi musuh terbesar orang tuanya. Baik disengaja maupun tidak, anak-anak bisa jadi menyakiti hati orang tua, khususnya ibu, tanpa menyadari derita yang tersimpan dalam hati seorang ibu.
Hari Ibu baru saja berlalu....
