Mimpi dengan mata terbuka
Gak tau kenapa, hari ini gue bangun agak dini...... jam 3.25 pagi. Gulang guling di tempat tidur, mau tidur lagi kagak bisa-bisa. Akhirnya gue bangun dari ranjang, nyalain laptop, login ke jaringan dan kemudia meluncur ke jagat maya yang - katanya sih - tanpa batas. Jagat maya di mana Anda bisa menuntaskan semua impian terliar yang bisa anda pikirkan (mulai pornografi hingga tutorial menjadi teroris yang "baik").
Pagi subuh yang dingin ini, gue sedang tidak tenggelam di alam mimpi. Ketika orang-orang pada terlelap di fase paling dingin menjelang subuh, ketika mimpi-mimpi sedang menguasai singgasana sel-sel kelabu otak manusia, gue juga sedang bermimpi dengan mata terbuka menatap layar laptop.
Mimpi ketika kesepian dan keheningan khas menjelang subuh ini, bisa digunakan menjadi ajang kontemplasi manusia-manusia yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan kehidupan tanpa makna buat jiwa. Mimpi ketika keheningan malam menjelang subuh ini bisa menjadi cermin buat mengoreksi tindakan-tindakan keliru dalam bicara maupun bertindak.
Ahh... pasti Surya sedang ngelindur yaa... Wong biasanya bangun jam 7 gitu, mau kasih komentar bangun subuh. Apa gak malu ama cicak di dinding yang rajin bangun pagi itu :D
Tapi bukan kah realitas saat ini memang seperti mimpi dengan mata terbuka bagi kebanyakan kaum marjinal? Ketika himpitan ekonomi makin menekan hidup kebanyakan orang susah, ketika pemerintah dan orang pintar mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang ternyata sangat tidak bijak buat rakyat jelata dan kaum duafa, ketika kemiskinan yang luar biasa bersanding dengan kekayaan dan kehidupan glamour yang luar biasa (sama-sama luar biasa dari spektrum yang berbeda), maka mimpi dengan mata terbuka adalah fenomena sosial yang sangat lazim di masa sulit seperti sekarang. Rakyat miskin, terus terjaga dengan mata terbuka - menunggu mimpi-mimpi yang ditaburkan pemerintah menjadi kenyataan di depan hidung mereka.
Indonesia, memang negeri 1001 mimpi tanpa realisasi....
Ahhh... pasti gue sedang mimpi yaaa.... -:)
Pagi subuh yang dingin ini, gue sedang tidak tenggelam di alam mimpi. Ketika orang-orang pada terlelap di fase paling dingin menjelang subuh, ketika mimpi-mimpi sedang menguasai singgasana sel-sel kelabu otak manusia, gue juga sedang bermimpi dengan mata terbuka menatap layar laptop.
Mimpi ketika kesepian dan keheningan khas menjelang subuh ini, bisa digunakan menjadi ajang kontemplasi manusia-manusia yang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan kehidupan tanpa makna buat jiwa. Mimpi ketika keheningan malam menjelang subuh ini bisa menjadi cermin buat mengoreksi tindakan-tindakan keliru dalam bicara maupun bertindak.
Ahh... pasti Surya sedang ngelindur yaa... Wong biasanya bangun jam 7 gitu, mau kasih komentar bangun subuh. Apa gak malu ama cicak di dinding yang rajin bangun pagi itu :D
Tapi bukan kah realitas saat ini memang seperti mimpi dengan mata terbuka bagi kebanyakan kaum marjinal? Ketika himpitan ekonomi makin menekan hidup kebanyakan orang susah, ketika pemerintah dan orang pintar mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang ternyata sangat tidak bijak buat rakyat jelata dan kaum duafa, ketika kemiskinan yang luar biasa bersanding dengan kekayaan dan kehidupan glamour yang luar biasa (sama-sama luar biasa dari spektrum yang berbeda), maka mimpi dengan mata terbuka adalah fenomena sosial yang sangat lazim di masa sulit seperti sekarang. Rakyat miskin, terus terjaga dengan mata terbuka - menunggu mimpi-mimpi yang ditaburkan pemerintah menjadi kenyataan di depan hidung mereka.
Indonesia, memang negeri 1001 mimpi tanpa realisasi....
Ahhh... pasti gue sedang mimpi yaaa.... -:)

2 Comments:
Rasanya, saya juga sering mimpi dengan mata terbuka.
atau mungkin lebih tepat menghayal kali ya namanya.
Nie, thanks dah mampir and ngfasih comment... :)
Post a Comment
<< Home