Perempuan
Kalo gue bicara tentang perempuan, yang gue bayangkan adalah keindahan dan kelembutan. Perempuan, identik dengan dua sifat ini. Tapi yang pasti, semua perempuan pasti senang jika dikatakan indah dan lembut, walaupun mungkin sifat nya sendiri keras dan jauh dari kelembutan.
Kenapa gue inget ama apa yg namanya perempuan? Salah satu penyebabnya adalah, tayangan-tayangan kriminal di TV yang saat ini menjamur dan sedang trend. Gue kadang-kadang nonton acara TV seperti Buser, Patroli, Sergap, TKP, dll. Dan hampir selalu ada berita penangkapan para PSK oleh aparat tramtib. Yang buat gue nyesek banget adalah, perlakuan dari reporter/kameraman TV dan oknum aparat ketertiban yang sangat tidak manusiawi dan cenderung amoral dalam menangani para PSK tersebut. Ada tayangan di mana wanitanya tidak sempat berpakaian sudah di-shoot. Atau saat menutup-nutupi tubuh mereka, malah kainnya ditarik-tarik oleh oknum aparat. Atau saat diseret dan digelandang ke mobil, rabaan dan colekan tak senonoh kerap mampir ke mereka dari tangan-tangan kotor aparat tramtib. Sementara para pria hidung belang yang menjadi konsumen mereka, aman-aman saja dari cokokan petugas atau liputan pers.
Saya tidak tahu, kenapa tidak ada LSM-LSM pembela hak-hak para perempuan - yang memprotes perlakuan dan liputan seperti itu. Bagi gue, itu adalah pelecehan yang sangat jelas terhadap harkat dan martabat perempuan. Padahal sesuai hukum dasar ekonomi, tidak mungkin ada supply tanpa ada demand. Untuk menghilangkan supply, demand nya bisa dikontrol atau dihilangkan. Jadi untuk memberantas penyakit sosial seperti PSK atau hotel-hotel mesum, tidak cukup dengan mengejar-ngejar para PSK tersebut dengan liputan pers yang "real-time". Yang juga harus diberantas adalah para lelaki hidung belang yang selama ini menikmati pelayanan seks pasca bayar seperti itu. Selama itu tidak dilakukan, upaya sporadis seperti penggrebekan tempat mangkal PSK ataupun hotel-hotel, tidak akan memberikan hasil yang optimal.
Dan para perempuan yang indah dan lembut, engkau akan tetap selalu indah.....
Kenapa gue inget ama apa yg namanya perempuan? Salah satu penyebabnya adalah, tayangan-tayangan kriminal di TV yang saat ini menjamur dan sedang trend. Gue kadang-kadang nonton acara TV seperti Buser, Patroli, Sergap, TKP, dll. Dan hampir selalu ada berita penangkapan para PSK oleh aparat tramtib. Yang buat gue nyesek banget adalah, perlakuan dari reporter/kameraman TV dan oknum aparat ketertiban yang sangat tidak manusiawi dan cenderung amoral dalam menangani para PSK tersebut. Ada tayangan di mana wanitanya tidak sempat berpakaian sudah di-shoot. Atau saat menutup-nutupi tubuh mereka, malah kainnya ditarik-tarik oleh oknum aparat. Atau saat diseret dan digelandang ke mobil, rabaan dan colekan tak senonoh kerap mampir ke mereka dari tangan-tangan kotor aparat tramtib. Sementara para pria hidung belang yang menjadi konsumen mereka, aman-aman saja dari cokokan petugas atau liputan pers.
Saya tidak tahu, kenapa tidak ada LSM-LSM pembela hak-hak para perempuan - yang memprotes perlakuan dan liputan seperti itu. Bagi gue, itu adalah pelecehan yang sangat jelas terhadap harkat dan martabat perempuan. Padahal sesuai hukum dasar ekonomi, tidak mungkin ada supply tanpa ada demand. Untuk menghilangkan supply, demand nya bisa dikontrol atau dihilangkan. Jadi untuk memberantas penyakit sosial seperti PSK atau hotel-hotel mesum, tidak cukup dengan mengejar-ngejar para PSK tersebut dengan liputan pers yang "real-time". Yang juga harus diberantas adalah para lelaki hidung belang yang selama ini menikmati pelayanan seks pasca bayar seperti itu. Selama itu tidak dilakukan, upaya sporadis seperti penggrebekan tempat mangkal PSK ataupun hotel-hotel, tidak akan memberikan hasil yang optimal.
Dan para perempuan yang indah dan lembut, engkau akan tetap selalu indah.....

0 Comments:
Post a Comment
<< Home