Kurang Gaul - Part II
Kembali ke pembicaraan "kurang gaul", rasanya emang perlu sedikit digauli lebih dalam.
Saat gue bicara konteks, maka yang gue bicarakan adalah satu bentuk pemahaman yang tidak bisa digeneralisir. Konteks, adalah rujukan yang tidak sempurna terhadap pemahaman harfiah dan komprehensif suatu istilah. Konteks, hanya menghubungkan - dan bukan menjelaskan (apalagi secara menyeluruh) suatu istilah.
Itulah yang gue maksud konteks "kurang gaul" dalam dunia peradilan di Indonesia. Tidak perlu ada penjelasan panjang lebar dulu tentang apa itu yg dimaksud "kurang gaul", karena memang inti pembahasan bukanlah soal "kurang gaul"nya. Esensinya adalah, kurangnya kepekaan penegakan hukum dari aparat peradilan, khususnya terhadap kasus-kasus KKN dan politik, dimana yang bermain adalah mafia-mafia peradilan yang sudah di"book" oleh kelompok-kelompok tertentu untuk memuluskan ambisinya.
Jadi, konteks kurang gaul yang dimaksud adalah, kurangnya kepekaan para hakim di PT Jabar terhadap tuntutan rasa keadilan masyarakat terhadap proses demokrasi, khususnya pada Pilkada Depok di tingkat PT Jabar.
Kadang emang bahasa konteks, susah mau dipahami oleh semua orang, karena memang bahasa konteks bukan bahasa ilmiah, apalagi akademis yang penuh aturan dan kaku terhadap titik koma dan lain-lain. Bahasa konteks, lebih mengangkat isinya, bukan istilahnya.
Anyway, nice to know that somebody gives some arguments.
But, as always, It's not good to know that somebody judged you in the bad way...
Hhmmm.... Kurang Gaul part II? Rasanya kurang keren....
Kalo gue ganti jadi Kurang Gaul - Reloaded.... gimana yah.....
Jadi kayak judul film donk.... :P
Saat gue bicara konteks, maka yang gue bicarakan adalah satu bentuk pemahaman yang tidak bisa digeneralisir. Konteks, adalah rujukan yang tidak sempurna terhadap pemahaman harfiah dan komprehensif suatu istilah. Konteks, hanya menghubungkan - dan bukan menjelaskan (apalagi secara menyeluruh) suatu istilah.
Itulah yang gue maksud konteks "kurang gaul" dalam dunia peradilan di Indonesia. Tidak perlu ada penjelasan panjang lebar dulu tentang apa itu yg dimaksud "kurang gaul", karena memang inti pembahasan bukanlah soal "kurang gaul"nya. Esensinya adalah, kurangnya kepekaan penegakan hukum dari aparat peradilan, khususnya terhadap kasus-kasus KKN dan politik, dimana yang bermain adalah mafia-mafia peradilan yang sudah di"book" oleh kelompok-kelompok tertentu untuk memuluskan ambisinya.
Jadi, konteks kurang gaul yang dimaksud adalah, kurangnya kepekaan para hakim di PT Jabar terhadap tuntutan rasa keadilan masyarakat terhadap proses demokrasi, khususnya pada Pilkada Depok di tingkat PT Jabar.
Kadang emang bahasa konteks, susah mau dipahami oleh semua orang, karena memang bahasa konteks bukan bahasa ilmiah, apalagi akademis yang penuh aturan dan kaku terhadap titik koma dan lain-lain. Bahasa konteks, lebih mengangkat isinya, bukan istilahnya.
Anyway, nice to know that somebody gives some arguments.
But, as always, It's not good to know that somebody judged you in the bad way...
Hhmmm.... Kurang Gaul part II? Rasanya kurang keren....
Kalo gue ganti jadi Kurang Gaul - Reloaded.... gimana yah.....
Jadi kayak judul film donk.... :P

0 Comments:
Post a Comment
<< Home