Hujan di pagi hari
Bangun tidur pagi ini, cuaca di luar masih agak cerah dengan sedikit mendung di langit. Tapi dalam waktu satu jam saja, tahu-tahu awan jadi menebal dan mendung tebal deh jadinya. Seperti biasa, kabut awan turun dan hujan pun turun. Kompleks rumah gue ini jadi seperti negeri di awan. Indah banget. Bukit di belakang rumah gue ditutupi kabut awan.... Danau di depan rumah juga ditutupi kabut awan yang turun rendah...
Udara jadi sejuk banget, buat laper aja.
Iklim global kayaknya beberapa tahun terakhir ini mengalami perubahan cukup drastis. Bulan-bulan dimana seharusnya menjadi masa kemarau, malah turun hujan terus menerus. Bulan yang seharusnya turun hujan, malah kering kerontang. Ternyata kemajuan teknologi, perubahan gaya hidup manusia, aktivitas industri yang sangat boros pemakaian bahan bakar dan menghasilkan gas-gas yang menyumbang timbulnya efek rumah kaca di atmosfer bumi, pada gilirannya ternyata mengakibatkan perubahan iklim secara drastis.
Gak heran kalo negara maju seperti US, Jepang dan Uni Eropa, menginvestasikan uang milyaran dolar US untuk membangun sistem monitoring iklim yang canggih banget, lengkap dengan super komputer terbesar di dunia yang mampu melakukan simulasi iklim yang kompleks dan kalkulasi yang rumit, dengan relatif cepat.
Mesin-mesin super komputer dengan teknologi grid computing tercanggih, biasanya diaplikasikan pada simulasi iklim global, proyek-proyek rekayasa dan pemetaan genetis / DNA, simulasi nuklir, dan militer.
Jadi negara maju itu sudah berpikir jauh untuk mengantisipasi perubahan iklim global, dengan menginvestasikan duit milyaran dolar untuk riset dari sekarang.
Jadi jangan heran, bisa aja suatu saat nanti, iklim bisa di rekayasa oleh mereka-mereka yang punya teknologi. Misalkan kalo mau buat Indonesia susah, cukup diatur supaya hujan terus-menerus di jakarta selama 5 hari, bisa dipastikan Indonesia lumpuh dan jakarta tenggelam. Gak perlu kirim pesawat tempur atau rudal ke Indonesia, cukup kirim hujan yang sudah direkayasa.
Emangnya Indonesia bakal mampu beli payung raksasa?
Wong ngurus beras untuk orang miskin aja gak bisa gitu.....
Makanya, mumpun masih bisa menikmati hujan "normal" pagi ini, gue menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di teras rumah, menikmati sejuk dan beningnya butiran air hujan di pagi hari....
Sangat menyenangkan...... apalagi kalo didampingin wingko babat dan pengirimnya.. heeemmm... :)
Udara jadi sejuk banget, buat laper aja.
Iklim global kayaknya beberapa tahun terakhir ini mengalami perubahan cukup drastis. Bulan-bulan dimana seharusnya menjadi masa kemarau, malah turun hujan terus menerus. Bulan yang seharusnya turun hujan, malah kering kerontang. Ternyata kemajuan teknologi, perubahan gaya hidup manusia, aktivitas industri yang sangat boros pemakaian bahan bakar dan menghasilkan gas-gas yang menyumbang timbulnya efek rumah kaca di atmosfer bumi, pada gilirannya ternyata mengakibatkan perubahan iklim secara drastis.
Gak heran kalo negara maju seperti US, Jepang dan Uni Eropa, menginvestasikan uang milyaran dolar US untuk membangun sistem monitoring iklim yang canggih banget, lengkap dengan super komputer terbesar di dunia yang mampu melakukan simulasi iklim yang kompleks dan kalkulasi yang rumit, dengan relatif cepat.
Mesin-mesin super komputer dengan teknologi grid computing tercanggih, biasanya diaplikasikan pada simulasi iklim global, proyek-proyek rekayasa dan pemetaan genetis / DNA, simulasi nuklir, dan militer.
Jadi negara maju itu sudah berpikir jauh untuk mengantisipasi perubahan iklim global, dengan menginvestasikan duit milyaran dolar untuk riset dari sekarang.
Jadi jangan heran, bisa aja suatu saat nanti, iklim bisa di rekayasa oleh mereka-mereka yang punya teknologi. Misalkan kalo mau buat Indonesia susah, cukup diatur supaya hujan terus-menerus di jakarta selama 5 hari, bisa dipastikan Indonesia lumpuh dan jakarta tenggelam. Gak perlu kirim pesawat tempur atau rudal ke Indonesia, cukup kirim hujan yang sudah direkayasa.
Emangnya Indonesia bakal mampu beli payung raksasa?
Wong ngurus beras untuk orang miskin aja gak bisa gitu.....
Makanya, mumpun masih bisa menikmati hujan "normal" pagi ini, gue menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di teras rumah, menikmati sejuk dan beningnya butiran air hujan di pagi hari....
Sangat menyenangkan...... apalagi kalo didampingin wingko babat dan pengirimnya.. heeemmm... :)

0 Comments:
Post a Comment
<< Home