Saturday, August 27, 2005

Hati nurani

Gue barusan nonton acara "Kejamnya Dunia" di TransTV... tentang ibu kandung yg menyiksa anak perempuannya sendiri yg berusia 5 tahun sampai mengalami trauma berat. Kejam banget!! Anak umur segitu jari-jarinya hangus dibakar dengan lilin. Kepalanya bengkak, mata mema, bibir pecah, kemaluannya dijepit tang, kaki tangannya dijepit ama penjepit besi, giginya dicabut pakai tang!! Masya Allah!! Itu perempuan penyiksa yang menyandang predikat termulia di muka bumi ini sebagai seorang IBU, memang sudah bukan lagi manusia di dalam dirinya. Dia sudah lebih kejam dari pada iblis. Iblis saja tidak sampai hati menyiksa anak keturunannya sendiri, makanya mereka menyiksa anak-anak manusia...
Manusia, apalagi yang namanya Ibu, pastilah diberikan kelebihan menyangkut kelembutan dan kasih sayang, khususnya kepada anak keturunan mereka sendiri...
Kasih ditebarkan kepada manusia lain, sedangkan Sayang, hanyalah milik orang-orang terdekat yang disayangi....
Lebih sederhana, Kasih adalah bersifat general, dan Sayang bersifat ekslusif....
Jika kita punya anak, pasti yang timbul adalah rasa kasih sayang. Melihat anak-anak usia pertumbuhan yang begitu polos dan lugu, sebagai manusia normal, pastilah timbul rasa kasih sayang. Hanya manusia yg sudah kehilangan sifat kemanusiaannya saja, yang tidak lagi memiliki naluri itu....
Makhluk yang menyiksa anak kandungnya sendiri hingga sedemikian rupa, sungguh, sangat pantas menurut gue, diberikan hukuman seberat-beratnya. Tanpa ampun!! Untuk apa kita memakai hati nurani kemanusiaan untuk menilai perilaku non-manusiawi seperti itu?

Kadang-kadang, kita perlu menanggalkan "hati nurani" untuk menghakimi orang lain yg "tidak punya hati nurani"....

Gue masih emosi soalnya.. kalo inget muka anak kecil tadi.....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home