Pendidikan
Gue lagi mikirin soal kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesiaku yang tercinta ini. Berusaha memisahkan antara fakta dunia pendidikan saat ini, dengan harapan-harapan dan mimpi-mimpi tentang bagaimana seharusnya pendidikan yang ideal itu tercapai.
Pertama, faktanya dulu deh.
Fakta bahwa saat ini dunia pendidika Indonesia sangat carut marut, tidak punya arahan yang jelas, tidak punya strategi jangka panjang dan target yang jelas untuk dicapai. Kebijakan-kebijakan pendidikan dibuatkan bersifat jangka pendek, sering berubah-ubah, dan tidak mempunyai standard mutu yang jelas. Yang populer adalah istilah : ganti menteri ganti kebijakan.
Fakta bahwa saat ini, dunia pendidikan sudah sangat mahal dari sisi biaya. Alasan yang dijadikan adalah, bahwa pendidikan yang berkualitas, salah satu syaratnya adalah mempunyai fasilitas yang memadai, dan sebagian besar biaya-biaya yang mahal tersebut, ditujukan untuk prasarana sekolah. Yang lebih parah lagi adalah, saat ini pendidikan sudah menjadi ajang bisnis untuk mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. Sudah bukan rahasia, saat ini biaya masuk ke sekolah-sekolah favorit atau perguruan tinggi negeri ternama, memungut biaya yang sangat mahal dan cenderung tidak masuk akal. Bahkan ada perguruan tinggi yang lebih mahal dibandingkan dengan biaya jika sekolah di luar negeri. Dewasa ini, pendidikan memang bukan untuk orang miskin.
Fakta bahwa, pendidikan di Indonesia gagal menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan punya daya saing tinggi. Hasil penelitian lembaga independent international, menunjukkan kualitas SDM di Indonesia jauh di bawah kualitas SDM Malaysia, Thailand, Singapore, Filipina, bahkan Vietnam! Sangat menyedihkan!
Fakta bahwa, disebagian sekolah di Jakarta, aktivitas tawuran dan perkelahian antar sekolah sudah menjadi tradisi dan kebanggaan. Pendidik, gagal memberikan arahan dan bimbingan untuk membentuk manusia-manusia dengan pola pikir dan perilaku yang baik.
Padahal harapan-harapan yang tinggi akan kualitas pendidikan di Indonesia, sudah dari dulu ada. Sayangnya, harapan tinggal harapan, karena tidak ada strategi yang jelas untuk me-realisasikan segudang harapan dan mimpi.
Bisa jadi, untuk bermimpi pun kita sudah tak berani lagi... karena terlalu mahalnya biaya pendidikan di negeri ini....
Pertama, faktanya dulu deh.
Fakta bahwa saat ini dunia pendidika Indonesia sangat carut marut, tidak punya arahan yang jelas, tidak punya strategi jangka panjang dan target yang jelas untuk dicapai. Kebijakan-kebijakan pendidikan dibuatkan bersifat jangka pendek, sering berubah-ubah, dan tidak mempunyai standard mutu yang jelas. Yang populer adalah istilah : ganti menteri ganti kebijakan.
Fakta bahwa saat ini, dunia pendidikan sudah sangat mahal dari sisi biaya. Alasan yang dijadikan adalah, bahwa pendidikan yang berkualitas, salah satu syaratnya adalah mempunyai fasilitas yang memadai, dan sebagian besar biaya-biaya yang mahal tersebut, ditujukan untuk prasarana sekolah. Yang lebih parah lagi adalah, saat ini pendidikan sudah menjadi ajang bisnis untuk mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya. Sudah bukan rahasia, saat ini biaya masuk ke sekolah-sekolah favorit atau perguruan tinggi negeri ternama, memungut biaya yang sangat mahal dan cenderung tidak masuk akal. Bahkan ada perguruan tinggi yang lebih mahal dibandingkan dengan biaya jika sekolah di luar negeri. Dewasa ini, pendidikan memang bukan untuk orang miskin.
Fakta bahwa, pendidikan di Indonesia gagal menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan punya daya saing tinggi. Hasil penelitian lembaga independent international, menunjukkan kualitas SDM di Indonesia jauh di bawah kualitas SDM Malaysia, Thailand, Singapore, Filipina, bahkan Vietnam! Sangat menyedihkan!
Fakta bahwa, disebagian sekolah di Jakarta, aktivitas tawuran dan perkelahian antar sekolah sudah menjadi tradisi dan kebanggaan. Pendidik, gagal memberikan arahan dan bimbingan untuk membentuk manusia-manusia dengan pola pikir dan perilaku yang baik.
Padahal harapan-harapan yang tinggi akan kualitas pendidikan di Indonesia, sudah dari dulu ada. Sayangnya, harapan tinggal harapan, karena tidak ada strategi yang jelas untuk me-realisasikan segudang harapan dan mimpi.
Bisa jadi, untuk bermimpi pun kita sudah tak berani lagi... karena terlalu mahalnya biaya pendidikan di negeri ini....

0 Comments:
Post a Comment
<< Home