Mau jadi seperti apa?
Pagi ini, gue masih males-malesan di kamar hotel. Manasin air and then make a cup of tea. Mau mandi, masih males.. soalnya ntar baru meeting sekitar 2 jam lagi. So, gue nonton film di salah satu channel - Star Movies.
Film nya sih tentang drama ABG & keluarga gitu. Tentang seorang wanita single parent yg memiliki anak cewek usia pre college, yg mendapatkan beasiswa di salah satu sekolah seni musik klasik yang terkenal di Philadelphia karena salah satu professor menemukan bakatnya dalam bernyanyi. Sedangkan tuh cewek and her mom come from Texas, yang di Philly dianggap orang "udik" dan cowboy banget. Sang cewek yg sebetulnya lebih "in" dengan gaya Texas yg ceplas ceplos dan lebih suka musik pop country terpaksa harus mengalami ejekan dari beberapa temannya yang sinis dan mengalami masalah dengan sekolah, dosen musik klasik yang tipenya disiplin dan sinikal, plus harus belajar logat european untuk menjadi penyanyi klasik yang baik.
Walaupun akhirnya sang cewek bisa menunjukkan kapasitas dan bakatnya setelah melalui beberapa konflik, akhirnya sang cewek tetap aja stress.
Alasannya cuma satu, dia lebih enjoy dengan nyanyi gaya pop country yang ekspresif, bebas dan penuh kreativitas. Dia berpikir, dia tidak menjadi dirinya dan dia sangat tidak comfortable dengan situasi itu.
Benang merah yg gue dapatkan, mau jadi apa sebetulnya diri kita dan mungkin orang-orang yang dalam didikan kita? Apakah pendidikan diarahkan untuk menjadikan orang seperti apa, apa ingin menjadikan orang mengerti pilihan-pilihan akan memilih untuk menjadi apa?
Tapi emang susah. Karena kultur timur kita yang cenderung tertutup dan tidak ekspresif, sehingga kita sering kali menggunakan topeng-topeng budaya yang ada di sekitar kita untuk menutupi mau jadi apa kita sebenarnya, menutup potensi dan bakat yang mungkin saja kita punya....
Film nya sih tentang drama ABG & keluarga gitu. Tentang seorang wanita single parent yg memiliki anak cewek usia pre college, yg mendapatkan beasiswa di salah satu sekolah seni musik klasik yang terkenal di Philadelphia karena salah satu professor menemukan bakatnya dalam bernyanyi. Sedangkan tuh cewek and her mom come from Texas, yang di Philly dianggap orang "udik" dan cowboy banget. Sang cewek yg sebetulnya lebih "in" dengan gaya Texas yg ceplas ceplos dan lebih suka musik pop country terpaksa harus mengalami ejekan dari beberapa temannya yang sinis dan mengalami masalah dengan sekolah, dosen musik klasik yang tipenya disiplin dan sinikal, plus harus belajar logat european untuk menjadi penyanyi klasik yang baik.
Walaupun akhirnya sang cewek bisa menunjukkan kapasitas dan bakatnya setelah melalui beberapa konflik, akhirnya sang cewek tetap aja stress.
Alasannya cuma satu, dia lebih enjoy dengan nyanyi gaya pop country yang ekspresif, bebas dan penuh kreativitas. Dia berpikir, dia tidak menjadi dirinya dan dia sangat tidak comfortable dengan situasi itu.
Benang merah yg gue dapatkan, mau jadi apa sebetulnya diri kita dan mungkin orang-orang yang dalam didikan kita? Apakah pendidikan diarahkan untuk menjadikan orang seperti apa, apa ingin menjadikan orang mengerti pilihan-pilihan akan memilih untuk menjadi apa?
Tapi emang susah. Karena kultur timur kita yang cenderung tertutup dan tidak ekspresif, sehingga kita sering kali menggunakan topeng-topeng budaya yang ada di sekitar kita untuk menutupi mau jadi apa kita sebenarnya, menutup potensi dan bakat yang mungkin saja kita punya....

2 Comments:
selalu menyenangkan melihat seseorang yang tekun menyusun abjad seperti anda
salam kenal
-:) Thanks udah singgah & kasih comment di blog ku.
Salam kenal juga..
Post a Comment
<< Home