Friday, December 23, 2005

Rehat sejenak

Minggu lalu gue ada business trip ke Jakarta. Setelah sekian lama terjebak di hutan belantara ini, rasanya cukup refresh juga kembali ke peradaban kota besar yang sibuk, semrawut, penuh aktivitas, penuh intensitas denyut nadi persaingan bisnis dan manusia, dan lain-lain.

Gue cukup enjoy lah, tinggal satu minggu di sana. Selesai urusan kantor, bisa jalan-jalan cuci mata ke beberapa mall terbesar dan termewah di Jakarta. Sempat juga luntang lantung selama 6 jam di Mangga Dua dan Glodok, melihat surga pembajakan film dan software komputer di sana.

Rasanya gue bisa rehat sejenak dari rutinitas di hutan, yang kadang bisa membuat stress dengan irama kehidupannya yang sangat tenang, ringan, santai, dan membuat gue terlena. Selama di hutan belantara ini, irama hidup sudah jelas. Datang dan pulang kantor selalu on time. Waktu tempuh rumah ke kantor hanya 15 menit, tanpa macet. Pulang ke rumah, masih bisa melakukan banyak hal lain, misalkan berkebun, main ke danau, main golf, main tennis, bulu tangkis, dll. Hidup yang sempurna. Dan terkadang melenakan!

Terlena di hutan? Apa gak salah? Masak refreshing malah ke kota yang amburadul kayak Jakarta? Bukannya malah orang Jakarta kalo mau refreshing, malah pergi ke tempat tenang dan hutan buatan di Lido sono?

Rehat alias refreshing, ternyata tidak identik dengan tempat tenang dan kegiatan santai saja. Buat gue, refreshing alias rehat adalah, melakukan sesuatu di luar rutinitas, atau mengalami suatu kondisi dan situasi di luar rutinitas. Jadi kalo bagi gue yg menghabiskan runitas di hutan yg tenang ini, melewatkan waktu selama satu dua minggu di kesibukan kota Jakarta adalah "penyegaran" yang sangat bermanfaat. Asyik juga melihat jutaan manusia yang terburu-buru ke sana kemari, melakukan aktivitas tanpa henti mulai subuh hingga malam, melihat lampu-lampu berwarna warni gedung-gedung tinggi di sudirman/thamrin dari kamar hotel, langit malam Jakarta yang mendung kelabu....

0 Comments:

Post a Comment

<< Home